Jumat, 31 Januari 2014

A woman should have (min) ten pairs of shoes

A pair for daily activity at the office
A  pair for struggling on the way to the office
A  pair for special meeting, organizing workshop etc.....again at the office
A pair of the comfort ones, casually when you do your woman shopping
A pair of runners
A pair of blink-blink for glamorous party
A pair when you see pretty-but-they're-so-cheap-I-must-have-them ones
etc...
etc....
 


Do I?
of course not
Too lazy and too stingy to buy those 9

Jumat, 24 Januari 2014

Kakak dan sayuran

Semalam sebelum tidur....

"Kak....ayo kita bobok besok pagi sekolah deh".....
Puisi : "Kakak gak mau sekolah ah besok!"
"Kenapa kak?"
Puisi : "Besok masak bakwan........kakak gak suka bau sayuran."
Bunda : ???

Centex Waterpark

Sebenarnya ini late posting ya.
Dua minggu yang lalu Cikal menagih janji untuk berenang. Saya dan ayahnya memang menawarkan liburan sekolah mereka mau kegiatan apa. Nah, Cikal berkali-kali meminta untuk berenang. Namun, karena pas liburan sekolah malah mereka sakit campak, maka acara renang ditunda dan diputuskan ke lokasi terdekat dari rumah.

Setelah googling jarak ternyata ada 3 pilihan (mini) waterpark yang cukup terjangkau dari rumah, jaraknya sama-sama sekitar 10 km : El Dorado di komplek Legenda Wisata Cibubur, Aladdin di Depok City dan Centex Waterpark di jl. Centex, Ciracas. Berhubung 2 pilihan pertama masih harus mencari-cari, maka pilihan kami jatuh ke Centex secara ayah sudah tahu pasti lokasinya.

Alhamdulillaah suatu Sabtu pagi, matahari bersinar cukup cerah. Meluncurlah kami berempat ke CX. Anak-anak sangat excited sehingga baju renang sudah dipakai dari rumah. CX waterpark ini masih relatif baru ya, sekitar 1-2 tahun ini umurnya. Sampai disana terlihat sekilas kalau areanya cukup imut. Karena kami sampai masih sangat pagi (untuk ukuran di kolam renang), kami menjadi pengunjung kedua yang masuk.

Tiket @ Rp.30.000,-  . Eh, tapi saya lupa kalau weekdays berapa ya? . Benar dugaan saya, sampai di dalam ternyata areanya memang tidak terlalu besar, dibandingkan manaaa ya...Atlantis misalnya, atau Waterboom Cikarang. Ya iyalah ada harga ada barang kan tiket masuknya juga sepertiganya :-p




Tapi meskipun imut, Cikal dan Puisi sudah sangat puas main di situ. Apalagi pengunjung belum terlalu ramai sehingga kolamnya sudah terasa cukup luasuntuk mereka. Mereka puas berjalan ke sana kemari, takut-takut tapi penasaran mendekati berbagai pancuran air kecil dan membolak-balik ban renang yang terlalu besar untuk mereka. Oia sewa ban kuning besar @ Rp.10.000,-. Ayah dan Bunda sempat mencoba perosotan air terbesar yang ada di situ tapi ya namanya imut jadi ya lucu-lucuan saja. Malahan pantat Ayah sempat nyangkut jadi kami bertiga nunggu-nunggu di bawah lamaaaa kok Ayah gak muncul-muncul (atau...jangan-jangan Ayah ngerjain ya?).



 Fasilitas di CX ini menyesuaikan dengan kondisinya. Kamar ganti untuk yang bagian perempuan cuma ada sekitar 3 kamar. Tempat bilasnya menyatu ada sekitar 6-8 pancuran. Dan toilet ada 2. Saya membayangkan kalau lagi peak season pasti harus antri-antri ya.

Reastauran/tempat makan ada beberapa pilihan. Terbagi dalam booth-booth kecil gitu. Kemarin kami mencoba makan bakwan malang, fried chicken daaaan.....popmie. Hadeeeeh Puisi kalau ada kesempatan makan popmie, pasti langsung dimanfaatkan.


Setelah anak-anak puas main, saya dan Ayahnya anak-anak sempat bergantian berenang "beneran" di kolam dewasa. Saya sempat memenuhi target berenang bolak-balik 10 kali. Ya iyalah karena kolam dewasa ini panjangnya cuma sekitar 10-12m (hehe).


 Apakah kami tertarik untuk main lagi ke situ? lumayanlah. menurut saya untuk Puisi dan Cikal mini waterpark seperti Centex ini sudah sangat cukup. Sampai mereka benar-benar bisa berenang dan berani mencoba permainan-permainan kolam remaja/dewasa. Untuk catatan : Di kolam anak ada 2 jenis lantai. Lantai yang warnanya krem itu kasar sehingga anak-anak sangat aman berjalan disitu. Namun sebagian kolam yang lantainya keramik biru-putih itu agak licin. Saya saja dua kali terpeleset, jadi kalau anak-anak main disitu WAJIB diawasi full.

Kamis, 09 Januari 2014

Baked Chicken Cordon Bleu

Sudah agak lama chicken cordon bleu tidak hadir di  dapur PuCik.

Pertama kenal CCB saat makan di salah satu tempat makan bernuansa hitam ungu bersama teman kantor lama dan suami. But it happened when I was young. Yaaaa......sampai kami pengantin baru  malas masak serta masih sabar menanti pesanan datang. Begitu sekarang acara makan di luar menjadi penuh tantangan dengan adanya 2 balita yang selalu heboh itu, saya lebih sering membuat CCB sendiri di rumah. Bahannya mudah, bisa berusaha halal dan tentu lebih ekonomis.

Biasanya CCB saya matangkan dengan cara deep fried. Terkadang gulungan ayam saya kukus sebentar supaya benar-benar matang dan higienis. Nah, kali ini saya coba versi full baked dengan niat mengurangi gorengan.



Bahan :
1 dada ayam tanpa tulang
2 lembar daging asap (pake merk Bernardi, adanya itu)
2 potong keju (kemarin saya pake mozarella dan cheddar)
1 butir telur
1 cup breadcrumb (saya pake kiloan beli si Titan)
1/2 cup tepung terigu

Bumbu:
Garam
Lada bubuk
Bawang putih bubuk
Italian seasoning

Pelengkap:
Wortel dan brokoli

Saus:
Mayonaise
Sambal botol
Saus BBQ (kemarin adanyadi kulkas saus tonkatsu)

Cara membuat:
1. Daging ayam yang sudah dicuci dan dibersihkan amisnya (dengan jeruk nipis atau garam atau terserah anda) dibelah 2 dan masing-masing bagian dibelah tipis menjadi lembaran yang lebar.

2. Pukul-pukul dengan pemukul daging tapi hati-hati jangan sampai hancur ya.

3. Bumbui daging ayam dengan garam, lada, bawang putih bubuk dan italian seasoning. Biarkan minimal 15 menit.

4. Taruh daging asap di lembaran daging tadi, letakkan keju di tengah kemudian gulung daging.

5. Masukkan gulungan daging ayam ke tepung terigu, kemudian lapisi dengan telur kocok dan terakhir lapisi dengan tepung roti.

6. Oles pinggan kaca dengan minyak zaitun. Tata daging dan masukkan di preheated oven dengan api sedang. Panggang 20 menit atau tergantung oven Anda.  Tata wortel dan brokoli di pinggan dan panggang lagi 20 menit.



.Hasilnya......Alhamdulillah enyak. Tentu saja sedikit berbeda dengan versi gorengnya. Agak "kering" sedikit (akas, bahasa Jawanya). Lain kali saya akan mencoba metode klasik yang di"coklatkan dulu dengan digoreng sedikit bersama minyak zaitun, baru kemudian dipanggang.

Jumat, 03 Januari 2014

Obsesi Ayah : Tahu Campur

Alhamdulillaah tahun Masehi telah berganti, semoga semuanya selalu sehat, bahagia dan berkah.

Ceritanya sejak setahun yang lalu, 2013, si Ayah nyeletuk pengen makan tahu campur. Kami mulai menikmati enyak nya si tahu campur ini sejak masih tinggal di Cikarang. Ada warung tenda makanan jawa timuran yang tahu campurnya maknyos. Bau kaldunya menggoda selera. Pas makan petisnya juga khas banget. Ditambah lagi ada beberapa temen kantor yang asli Jawa Timur sering membuat kami memutuskan makan tahu campur.

Nah, masalahnya, sekitar tempat tinggalkami sekarang kok ya lagi nggak ada tukang jualan tahu campur. Tadinya ada di pasar Minggu pagi jalan baru tapi sudah beberapa bulan ini pasarnya tutup karena mengganggu lalu lintas. Terus ada satu lagi di daerah Arundina, sudah dibela-belain malam hari 2 kali kesana tapi udah gak adaaaaaaa...... Ayah coba makan di food court di Margo tapi rasanya ancuuuur. Akhirnya tahun baru kemaren aku tetapkan hati belanja ke pasar dan mencoba membuatnya.

Resep yang kupakai adalah kolaborasi dari web sedap sekejab, buku Sedap makanan Sumatra Jawa dan blog Diah Didi.




Hasilnya.......alhamdulillaah mangkok pertama masih pas-pasan. Kata suami :yang jelas lebih enak dari makan di mall. Nah, ternyata begitu makan mangkok kedua sorenya, kok  lebih enak ya. Entah kenapa? apa karena kuahnya sudah dipanaskan sehingga bumbu lebih meresap? Wis ora opo-opo besok kapan-kapan nyoba  lagi.