Alhamdulillaah dari sekolah Puisi dan Cikal mendapatkan kalender 2014. Di tiap halaman terdapat foto-foto semua murid sekolah dari Playgroup sampai SD. PuCik senang sekali melihat-lihat kalender tersebut sehingga ayah bunda pun sering memanfaatkan momen melihat kalender untuk dijadikan wahana belajar. Sejak dibagi baru kemarin Minggu mereka mengizinkan ayah untuk menggantung kalender tersebut di dinding, sebelumnya selalu ditaruh di meja belajar supaya mudah dijangkau.
Suatu malam yang santai Puisi dan bunda sedang membahas ulang tahun di kalender.
"Ini kan ulang tahun, Kakak Puisi", kata bunda sambil menunjuk angka 1 di bulan Februari.
"Ooo......ulang tahun Kakak yang kelima, ya Bunda", Puisi kelihatan excited sambil tersenyum.
"Iya..betul. Nah, kalau adik Cikal ulangtahunnya ini", yaitu tanggal 26 Februari.
Puisi terlihat berpikir sambil mengamati. Tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi gusar.
"Nggak mau ah.....kalau githu Kakak nggak mau ulang tahunnya ini"
"Lho....kenapa, Kak?"
Sambil menunjuk angka 28 di bulan Februari, Puisi menjawab: "Kakak nggak mau ulang tahunnya cuma sedikit. Kakak mau ini saja yang banyak banget kayak Adik!".
Selasa, 25 Februari 2014
Minggu, 09 Februari 2014
TIRAMISU.....finally
Keinginan hati (jiah....) untuk membuat si Italian dessert ini sebenarnya sudah lamaaaaa terpendam. Ada beberapa hal yang membuat saya menundanya, pertama masih ragu-ragu dengan kesuksesan mengolah si keju mascarpone, kedua terlalu pelit beli keju mascarpone dan ketiga sayang kan beli mascarpone kalau tar gagal (sammaaaa).
Namun akhirnya kemarin, keisengan hati sudah tak terbendung lagi. Lihat foto-foto dessert in jar yang cantik indah di Pinterest then I said to myself : "I have to".
Seperti biasa, bila sudah ada visi maka langkah pertama adalah mencari resep. Syarat resep favorit saya cuma satu : simple.
As you know si tiramisu ini kan mempunyai komponen utama : biskuit lady finger, krim kocok yang dicampur dengan keju mascarpone dan air kopi sebagai celupan. Maka dari itu sayapun fokus pada "perburuan" atas mereka. Gayanya saja perburuan, lha wong hampir semua bahan sudah duduk manis di TBK Titan favorit, tinggal angkuuuut. Secara umum resep krim si tira-misu ini mengandung kuning telur, ada yang langsung dikocok mentah, au bau marine maupun dimasak menjadi sabanyon (bener gak ya spelling nya). Nah, saya lagi kurang sempat yang aneh-aneh makanya saya ambil jalan aman...
Rasanya : enak lembut. Tapi kok rasa keju mascarpone nya sriwing-sriwing ya, apa memang begitu? Mungkin karena di mindset saya yang judulnya keju ya asiiin kayak keju cheddar kali ya, ndeso sekali.Ada kurangnya sedikiiit, kurang krenyesss githu, karena saya tidak pakai rum sama sekali. Ya, namanya juga belajar halal. Insya Allaah barakah. Suami saya yang biasanya kurang suka dessert eh kok nambah terus suapan dari saya. Rupanya karena rasa krim nya lebih mendekati es krim, yang mana suami saya suka. Puisi juga minta nambah teruuus. Dua gelas tiramisu saya share ke teman kantor yang lagi ulang tahun, cuma komentarnya biasa saja mungkin tidak terlalu berkesan.
Lain kali kalau membuat tiramisu lagi saya akan coba ganti jenis kopi dan menggunakan dairy whipped cream...yes.
TIRAMISU
Bahan:
1 pak biskuit lady finger (dapat di Titan)
1 gelas kopi suhu ruang (pakai Kapal Api yang sudah ada di lemari dapur)
2 sdm coffe liquer atau rum (saya skip)
200 gr keju mascarpone (merk Tatua from Titan)
4 kuning telur (saya skip)
4 sdm gula halus (saya skip karena nondairy whipping cream sudah manis)
250 ml non dairy whipped cream (di Titan si Anchor lagi kosong ya sutra lah pakai non-dairy sajah)
2 sdm coklat bubuk untuk garnish (pakai Milo saja supaya manis krekes-krekes)
sudah deh
Cara:
1. Siapkan air kopi
2. Kocok whipped cream sampai mengembang kaku.
3. Kocok si maskaryo di mangkuk lain sampai lembut. Kebetulan Tatua teksturnya liat padat jadi perlu dimikser dengan kecepatan sedang sekitar 5 menit.
4. Campurkan whipped cream dengan keju mascarpone yang sudah dikocok
5. Celupkan lady fingerdi air kopi beberapa detik saja, tata di loyang (dalam hal ini saya pakai gelas)
6. Lapisi dengan krim
7. Ulang sampai selesai
8. Taburi dengan coklat bubuk di lapisan paling atas (ada juga yang melapisi dengan coklat bubuk di tiap lapisan.
Dinginkan.
yields 4 gelas gagang seperti di foto, biskuitnya sisa
Namun akhirnya kemarin, keisengan hati sudah tak terbendung lagi. Lihat foto-foto dessert in jar yang cantik indah di Pinterest then I said to myself : "I have to".
Seperti biasa, bila sudah ada visi maka langkah pertama adalah mencari resep. Syarat resep favorit saya cuma satu : simple.
As you know si tiramisu ini kan mempunyai komponen utama : biskuit lady finger, krim kocok yang dicampur dengan keju mascarpone dan air kopi sebagai celupan. Maka dari itu sayapun fokus pada "perburuan" atas mereka. Gayanya saja perburuan, lha wong hampir semua bahan sudah duduk manis di TBK Titan favorit, tinggal angkuuuut. Secara umum resep krim si tira-misu ini mengandung kuning telur, ada yang langsung dikocok mentah, au bau marine maupun dimasak menjadi sabanyon (bener gak ya spelling nya). Nah, saya lagi kurang sempat yang aneh-aneh makanya saya ambil jalan aman...
Rasanya : enak lembut. Tapi kok rasa keju mascarpone nya sriwing-sriwing ya, apa memang begitu? Mungkin karena di mindset saya yang judulnya keju ya asiiin kayak keju cheddar kali ya, ndeso sekali.Ada kurangnya sedikiiit, kurang krenyesss githu, karena saya tidak pakai rum sama sekali. Ya, namanya juga belajar halal. Insya Allaah barakah. Suami saya yang biasanya kurang suka dessert eh kok nambah terus suapan dari saya. Rupanya karena rasa krim nya lebih mendekati es krim, yang mana suami saya suka. Puisi juga minta nambah teruuus. Dua gelas tiramisu saya share ke teman kantor yang lagi ulang tahun, cuma komentarnya biasa saja mungkin tidak terlalu berkesan.
Lain kali kalau membuat tiramisu lagi saya akan coba ganti jenis kopi dan menggunakan dairy whipped cream...yes.
TIRAMISU
Bahan:
1 pak biskuit lady finger (dapat di Titan)
1 gelas kopi suhu ruang (pakai Kapal Api yang sudah ada di lemari dapur)
2 sdm coffe liquer atau rum (saya skip)
200 gr keju mascarpone (merk Tatua from Titan)
4 kuning telur (saya skip)
4 sdm gula halus (saya skip karena nondairy whipping cream sudah manis)
250 ml non dairy whipped cream (di Titan si Anchor lagi kosong ya sutra lah pakai non-dairy sajah)
2 sdm coklat bubuk untuk garnish (pakai Milo saja supaya manis krekes-krekes)
sudah deh
Cara:
1. Siapkan air kopi
2. Kocok whipped cream sampai mengembang kaku.
3. Kocok si maskaryo di mangkuk lain sampai lembut. Kebetulan Tatua teksturnya liat padat jadi perlu dimikser dengan kecepatan sedang sekitar 5 menit.
4. Campurkan whipped cream dengan keju mascarpone yang sudah dikocok
5. Celupkan lady fingerdi air kopi beberapa detik saja, tata di loyang (dalam hal ini saya pakai gelas)
6. Lapisi dengan krim
7. Ulang sampai selesai
8. Taburi dengan coklat bubuk di lapisan paling atas (ada juga yang melapisi dengan coklat bubuk di tiap lapisan.
Dinginkan.
yields 4 gelas gagang seperti di foto, biskuitnya sisa
Kamis, 06 Februari 2014
Delicious "Food" for your Ears (Mind)
Delicious input is not only for your taste, (or your body?), but it's very important to hear good things too.
So, darlings, let's choose delicious inputs for our auditory system....
So, darlings, let's choose delicious inputs for our auditory system....
Selasa, 04 Februari 2014
Princess Birthday Cake spesial untuk Puisi dan Cikal
Dulu...bulan Februari adalah bulan biasa yang sepi dari kekhususan. Tapi sejak saya menikah Februari mempunyai beberapa highlight, diawali dengan kami menikah di bulan ini, terus kedua bocils lahir di bulan yang sama, nah kebetulan temen seperjuangan di kantor (yang saya pindahnya setelah menikah) juga berulang tahun di bulan ini. Rameeee.......
Nah, di 2014 ini anak-anak saya sudah bisa merequest untuk ulangtahunnya mau acara potong kue beramai-ramai. Hadeeeeeh.....Bundanya ini sebenarnya kurang suka acara ulang tahun yang ramai-ramai, maklum wong ndeso, malu dan sungkan ngrepotin orang. Tapi, dengan niatan membahagiakan anak dan mengajari anak-anak untuk silaturahim, ayolah......
Untuk mempermudah berbagai urusan, acara ulang tahun Puisi dan Cikal dijadikan di satu even. Pas Alhamdulillaahnya Emak (ini panggilan kesayangan keluarga untuk kakak iparku) lagi jadi host arisan keluarga, asyeeeeeeek........otomatis anak-anak sudah kumpul, tinggal kupinjam sebentar ke rumah aja.
Bersyukurnya lagi, pas acara ada long weekend, Jum'at libur Imlek, ahai Bunda jadi lebih tenang mengerjakan semuanya.
Seperti biasa tema yang diminta Puisi dan Cikal untuk kuenya adalah PRINCESSes. Color? absolutely : PINK. "Rasa strawberry ya, Bunda!" kalau yang ini pesanan Puisi karena sebenarnya Cikal lebih suka rasa coklat. Wokelah.
Resep base cake saya mencoba Strawberry Cotton Cake bu Fatmah Bahalwan di blog Dapur Solia nya Ci Shirley. Plek sama persis untuk memastikan kesuksesan ;-). Berhubung resepnya lumayan puanjang silahkan langsung meluncur di sini.
Pertama saya panggang satu resep. Dan ternyata sodara-sodara.............mangkuk aluminium saya tidak muat menampung setelah pasta dan meringue digabung. Harus pindah ke mangkuk plastik yang biasa untuk mengadon donat. Itupun pas! to the edge. Ngaduknya harus pelan-pelaaaaaaaaan. Akibatnya : campuran kurang rata sehingga saat memasak ada lapisan bantat di dasar kue. Fiuh.......ngetrim cake nya jadi agak banyakan.
Kemudian untuk cake tumpukan atas saya panggang lagi setengah resep. Nah, yang ini sukses cakenya cantik, menul-menul tanpa lapisan pasta bantat di bawahnya. Hehe apa kata orang tua : jangan maksain sesuatu!
Untuk ujung menara, biar mudah-murah-meriah saya gunakan ice cream cone, yang bentuknya kerucut polos, belinya di C4 Lebak Bulus sekalian pulang kantor. Colored sugarnya nyampur sendiri di rumah. Boneka princesses belinya di TBK Jojo Bintaro dan Baking Daily Depok (sampai 2 tempat nyarinya). Alhamdulillaah PuCik sangat senang dengan hasil karya Bundanya meski kerapiannya perlu ditingkatkan. Terima kasih untuk yang sudah datang maupun yang kirim kado. Acara ulang tahun juga berjalan lancar, simpel dan penuh doa. Semoga sholihah, sehat dan makin pinter ya Nak.
ini dia yang happy sekali dengan kue dan segala tentang ulang tahun nya
Untuk mempermudah berbagai urusan, acara ulang tahun Puisi dan Cikal dijadikan di satu even. Pas Alhamdulillaahnya Emak (ini panggilan kesayangan keluarga untuk kakak iparku) lagi jadi host arisan keluarga, asyeeeeeeek........otomatis anak-anak sudah kumpul, tinggal kupinjam sebentar ke rumah aja.
Bersyukurnya lagi, pas acara ada long weekend, Jum'at libur Imlek, ahai Bunda jadi lebih tenang mengerjakan semuanya.
Seperti biasa tema yang diminta Puisi dan Cikal untuk kuenya adalah PRINCESSes. Color? absolutely : PINK. "Rasa strawberry ya, Bunda!" kalau yang ini pesanan Puisi karena sebenarnya Cikal lebih suka rasa coklat. Wokelah.
Resep base cake saya mencoba Strawberry Cotton Cake bu Fatmah Bahalwan di blog Dapur Solia nya Ci Shirley. Plek sama persis untuk memastikan kesuksesan ;-). Berhubung resepnya lumayan puanjang silahkan langsung meluncur di sini.
Pertama saya panggang satu resep. Dan ternyata sodara-sodara.............mangkuk aluminium saya tidak muat menampung setelah pasta dan meringue digabung. Harus pindah ke mangkuk plastik yang biasa untuk mengadon donat. Itupun pas! to the edge. Ngaduknya harus pelan-pelaaaaaaaaan. Akibatnya : campuran kurang rata sehingga saat memasak ada lapisan bantat di dasar kue. Fiuh.......ngetrim cake nya jadi agak banyakan.
Kemudian untuk cake tumpukan atas saya panggang lagi setengah resep. Nah, yang ini sukses cakenya cantik, menul-menul tanpa lapisan pasta bantat di bawahnya. Hehe apa kata orang tua : jangan maksain sesuatu!
Untuk ujung menara, biar mudah-murah-meriah saya gunakan ice cream cone, yang bentuknya kerucut polos, belinya di C4 Lebak Bulus sekalian pulang kantor. Colored sugarnya nyampur sendiri di rumah. Boneka princesses belinya di TBK Jojo Bintaro dan Baking Daily Depok (sampai 2 tempat nyarinya). Alhamdulillaah PuCik sangat senang dengan hasil karya Bundanya meski kerapiannya perlu ditingkatkan. Terima kasih untuk yang sudah datang maupun yang kirim kado. Acara ulang tahun juga berjalan lancar, simpel dan penuh doa. Semoga sholihah, sehat dan makin pinter ya Nak.
Senin, 03 Februari 2014
Puding Ceplok Telur
Ceritanya waktu kami ber-4 mampir di TBK Baking Daily, Depok, untuk membeli whipped cream, ada cetakan plastik mirip cetakan pie kecil gitu. Saya tanya ke mbaknya ini untuk apa? Buat puding ceplok telur katanya. Oooooo gitu ya......saya manggut-manggut. Kok baru denger ya? Sudah lama kok bu kata mbak kasirnya........hehe mbak kasirnya tidak tahu saya ini kan manusia rimba :-p
Wah.......saya langsung beli itu plastik terus googling terus meniatkan diri membuat puding ini sebagai salah satu snack acara ulang tahun PUCIK. Ada beberapa versi resep bertebaran di dunia maya, akhirnya sayapun menyesuaikan dengan bahan yang ada.
PUDING CEPLOK TELUR
Bahan :
A. Adonan Kuning
350 gr ubi kuning, kukus, haluskan
1 bungkus agar-agar tanpa warna
2 sdm jelly bubuk tanpa warna
400 ml air
8 sdm gula pasir
sejumput garam
B. Adonan Putih
1 bungkus agar-agar tanpa warna
2 sdm jelly bubuk tanpa warna (sisa adonan kuning)
400 ml santan instan
300 ml air
10 sdm gula pasir
1 lembar daun pandan
sejumput garam
Cara Membuat
1. Siapkan cetakan kue talam
2. Blender ubi kuning kukus dengan air. Tambahkan bahan-bahan lainnya kemudian masak sampai mendidih. Cetak di cetakan kue talam. Sisihkan supaya dingin.
3. Campur semua bahan untuk adonan putih dan masak hingga mendidih. Jangan lupa aduk supaya santan tidak pecah.
4. Sementara menunggu adonan putih agak hangat, lepaskan adonan kuning dari cetakan dan taruh terbalik di wadah plastik. Kemudian tuangkan adonan putih. Jadi deh.
yields : 40 biji
Hasilnya : alhamdulillaah enak, gurih ubi dan santan. Ibu-ibu pada suka. Anak-anak ada juga sih satu dua yang tidak suka tapi normal lah. Kalau si princess dapur pucik? Suka banget bolak-balik ke kulkas minta teruuuuus. Yes!
Wah.......saya langsung beli itu plastik terus googling terus meniatkan diri membuat puding ini sebagai salah satu snack acara ulang tahun PUCIK. Ada beberapa versi resep bertebaran di dunia maya, akhirnya sayapun menyesuaikan dengan bahan yang ada.
PUDING CEPLOK TELUR
Bahan :
A. Adonan Kuning
350 gr ubi kuning, kukus, haluskan
1 bungkus agar-agar tanpa warna
2 sdm jelly bubuk tanpa warna
400 ml air
8 sdm gula pasir
sejumput garam
B. Adonan Putih
1 bungkus agar-agar tanpa warna
2 sdm jelly bubuk tanpa warna (sisa adonan kuning)
400 ml santan instan
300 ml air
10 sdm gula pasir
1 lembar daun pandan
sejumput garam
Cara Membuat
1. Siapkan cetakan kue talam
2. Blender ubi kuning kukus dengan air. Tambahkan bahan-bahan lainnya kemudian masak sampai mendidih. Cetak di cetakan kue talam. Sisihkan supaya dingin.
3. Campur semua bahan untuk adonan putih dan masak hingga mendidih. Jangan lupa aduk supaya santan tidak pecah.
4. Sementara menunggu adonan putih agak hangat, lepaskan adonan kuning dari cetakan dan taruh terbalik di wadah plastik. Kemudian tuangkan adonan putih. Jadi deh.
yields : 40 biji
Hasilnya : alhamdulillaah enak, gurih ubi dan santan. Ibu-ibu pada suka. Anak-anak ada juga sih satu dua yang tidak suka tapi normal lah. Kalau si princess dapur pucik? Suka banget bolak-balik ke kulkas minta teruuuuus. Yes!
Jumat, 31 Januari 2014
A woman should have (min) ten pairs of shoes
A pair for daily activity at the office
A pair for struggling on the way to the office
A pair for special meeting, organizing workshop etc.....again at the office
A pair of the comfort ones, casually when you do your woman shopping
A pair of runners
A pair of blink-blink for glamorous party
A pair when you see pretty-but-they're-so-cheap-I-must-have-them ones
etc...
etc....
Do I?
of course not
Too lazy and too stingy to buy those 9
Jumat, 24 Januari 2014
Kakak dan sayuran
Semalam sebelum tidur....
"Kak....ayo kita bobok besok pagi sekolah deh".....
Puisi : "Kakak gak mau sekolah ah besok!"
"Kenapa kak?"
Puisi : "Besok masak bakwan........kakak gak suka bau sayuran."
Bunda : ???
Centex Waterpark
Sebenarnya ini late posting ya.
Dua minggu yang lalu Cikal menagih janji untuk berenang. Saya dan ayahnya memang menawarkan liburan sekolah mereka mau kegiatan apa. Nah, Cikal berkali-kali meminta untuk berenang. Namun, karena pas liburan sekolah malah mereka sakit campak, maka acara renang ditunda dan diputuskan ke lokasi terdekat dari rumah.
Setelah googling jarak ternyata ada 3 pilihan (mini) waterpark yang cukup terjangkau dari rumah, jaraknya sama-sama sekitar 10 km : El Dorado di komplek Legenda Wisata Cibubur, Aladdin di Depok City dan Centex Waterpark di jl. Centex, Ciracas. Berhubung 2 pilihan pertama masih harus mencari-cari, maka pilihan kami jatuh ke Centex secara ayah sudah tahu pasti lokasinya.
Alhamdulillaah suatu Sabtu pagi, matahari bersinar cukup cerah. Meluncurlah kami berempat ke CX. Anak-anak sangat excited sehingga baju renang sudah dipakai dari rumah. CX waterpark ini masih relatif baru ya, sekitar 1-2 tahun ini umurnya. Sampai disana terlihat sekilas kalau areanya cukup imut. Karena kami sampai masih sangat pagi (untuk ukuran di kolam renang), kami menjadi pengunjung kedua yang masuk.
Tiket @ Rp.30.000,- . Eh, tapi saya lupa kalau weekdays berapa ya? . Benar dugaan saya, sampai di dalam ternyata areanya memang tidak terlalu besar, dibandingkan manaaa ya...Atlantis misalnya, atau Waterboom Cikarang. Ya iyalah ada harga ada barang kan tiket masuknya juga sepertiganya :-p
Tapi meskipun imut, Cikal dan Puisi sudah sangat puas main di situ. Apalagi pengunjung belum terlalu ramai sehingga kolamnya sudah terasa cukup luasuntuk mereka. Mereka puas berjalan ke sana kemari, takut-takut tapi penasaran mendekati berbagai pancuran air kecil dan membolak-balik ban renang yang terlalu besar untuk mereka. Oia sewa ban kuning besar @ Rp.10.000,-. Ayah dan Bunda sempat mencoba perosotan air terbesar yang ada di situ tapi ya namanya imut jadi ya lucu-lucuan saja. Malahan pantat Ayah sempat nyangkut jadi kami bertiga nunggu-nunggu di bawah lamaaaa kok Ayah gak muncul-muncul (atau...jangan-jangan Ayah ngerjain ya?).
Fasilitas di CX ini menyesuaikan dengan kondisinya. Kamar ganti untuk yang bagian perempuan cuma ada sekitar 3 kamar. Tempat bilasnya menyatu ada sekitar 6-8 pancuran. Dan toilet ada 2. Saya membayangkan kalau lagi peak season pasti harus antri-antri ya.
Reastauran/tempat makan ada beberapa pilihan. Terbagi dalam booth-booth kecil gitu. Kemarin kami mencoba makan bakwan malang, fried chicken daaaan.....popmie. Hadeeeeh Puisi kalau ada kesempatan makan popmie, pasti langsung dimanfaatkan.
Setelah anak-anak puas main, saya dan Ayahnya anak-anak sempat bergantian berenang "beneran" di kolam dewasa. Saya sempat memenuhi target berenang bolak-balik 10 kali. Ya iyalah karena kolam dewasa ini panjangnya cuma sekitar 10-12m (hehe).
Apakah kami tertarik untuk main lagi ke situ? lumayanlah. menurut saya untuk Puisi dan Cikal mini waterpark seperti Centex ini sudah sangat cukup. Sampai mereka benar-benar bisa berenang dan berani mencoba permainan-permainan kolam remaja/dewasa. Untuk catatan : Di kolam anak ada 2 jenis lantai. Lantai yang warnanya krem itu kasar sehingga anak-anak sangat aman berjalan disitu. Namun sebagian kolam yang lantainya keramik biru-putih itu agak licin. Saya saja dua kali terpeleset, jadi kalau anak-anak main disitu WAJIB diawasi full.
Dua minggu yang lalu Cikal menagih janji untuk berenang. Saya dan ayahnya memang menawarkan liburan sekolah mereka mau kegiatan apa. Nah, Cikal berkali-kali meminta untuk berenang. Namun, karena pas liburan sekolah malah mereka sakit campak, maka acara renang ditunda dan diputuskan ke lokasi terdekat dari rumah.
Setelah googling jarak ternyata ada 3 pilihan (mini) waterpark yang cukup terjangkau dari rumah, jaraknya sama-sama sekitar 10 km : El Dorado di komplek Legenda Wisata Cibubur, Aladdin di Depok City dan Centex Waterpark di jl. Centex, Ciracas. Berhubung 2 pilihan pertama masih harus mencari-cari, maka pilihan kami jatuh ke Centex secara ayah sudah tahu pasti lokasinya.
Alhamdulillaah suatu Sabtu pagi, matahari bersinar cukup cerah. Meluncurlah kami berempat ke CX. Anak-anak sangat excited sehingga baju renang sudah dipakai dari rumah. CX waterpark ini masih relatif baru ya, sekitar 1-2 tahun ini umurnya. Sampai disana terlihat sekilas kalau areanya cukup imut. Karena kami sampai masih sangat pagi (untuk ukuran di kolam renang), kami menjadi pengunjung kedua yang masuk.
Tiket @ Rp.30.000,- . Eh, tapi saya lupa kalau weekdays berapa ya? . Benar dugaan saya, sampai di dalam ternyata areanya memang tidak terlalu besar, dibandingkan manaaa ya...Atlantis misalnya, atau Waterboom Cikarang. Ya iyalah ada harga ada barang kan tiket masuknya juga sepertiganya :-p
Tapi meskipun imut, Cikal dan Puisi sudah sangat puas main di situ. Apalagi pengunjung belum terlalu ramai sehingga kolamnya sudah terasa cukup luasuntuk mereka. Mereka puas berjalan ke sana kemari, takut-takut tapi penasaran mendekati berbagai pancuran air kecil dan membolak-balik ban renang yang terlalu besar untuk mereka. Oia sewa ban kuning besar @ Rp.10.000,-. Ayah dan Bunda sempat mencoba perosotan air terbesar yang ada di situ tapi ya namanya imut jadi ya lucu-lucuan saja. Malahan pantat Ayah sempat nyangkut jadi kami bertiga nunggu-nunggu di bawah lamaaaa kok Ayah gak muncul-muncul (atau...jangan-jangan Ayah ngerjain ya?).
Fasilitas di CX ini menyesuaikan dengan kondisinya. Kamar ganti untuk yang bagian perempuan cuma ada sekitar 3 kamar. Tempat bilasnya menyatu ada sekitar 6-8 pancuran. Dan toilet ada 2. Saya membayangkan kalau lagi peak season pasti harus antri-antri ya.
Reastauran/tempat makan ada beberapa pilihan. Terbagi dalam booth-booth kecil gitu. Kemarin kami mencoba makan bakwan malang, fried chicken daaaan.....popmie. Hadeeeeh Puisi kalau ada kesempatan makan popmie, pasti langsung dimanfaatkan.
Setelah anak-anak puas main, saya dan Ayahnya anak-anak sempat bergantian berenang "beneran" di kolam dewasa. Saya sempat memenuhi target berenang bolak-balik 10 kali. Ya iyalah karena kolam dewasa ini panjangnya cuma sekitar 10-12m (hehe).
Apakah kami tertarik untuk main lagi ke situ? lumayanlah. menurut saya untuk Puisi dan Cikal mini waterpark seperti Centex ini sudah sangat cukup. Sampai mereka benar-benar bisa berenang dan berani mencoba permainan-permainan kolam remaja/dewasa. Untuk catatan : Di kolam anak ada 2 jenis lantai. Lantai yang warnanya krem itu kasar sehingga anak-anak sangat aman berjalan disitu. Namun sebagian kolam yang lantainya keramik biru-putih itu agak licin. Saya saja dua kali terpeleset, jadi kalau anak-anak main disitu WAJIB diawasi full.
Kamis, 09 Januari 2014
Baked Chicken Cordon Bleu
Sudah agak lama chicken cordon bleu tidak hadir di dapur PuCik.
Pertama kenal CCB saat makan di salah satu tempat makan bernuansa hitam ungu bersama teman kantor lama dan suami. But it happened when I was young. Yaaaa......sampai kami pengantin baru malas masak serta masih sabar menanti pesanan datang. Begitu sekarang acara makan di luar menjadi penuh tantangan dengan adanya 2 balita yang selalu heboh itu, saya lebih sering membuat CCB sendiri di rumah. Bahannya mudah, bisa berusaha halal dan tentu lebih ekonomis.
Biasanya CCB saya matangkan dengan cara deep fried. Terkadang gulungan ayam saya kukus sebentar supaya benar-benar matang dan higienis. Nah, kali ini saya coba versi full baked dengan niat mengurangi gorengan.
Bahan :
1 dada ayam tanpa tulang
2 lembar daging asap (pake merk Bernardi, adanya itu)
2 potong keju (kemarin saya pake mozarella dan cheddar)
1 butir telur
1 cup breadcrumb (saya pake kiloan beli si Titan)
1/2 cup tepung terigu
Bumbu:
Garam
Lada bubuk
Bawang putih bubuk
Italian seasoning
Pelengkap:
Wortel dan brokoli
Saus:
Mayonaise
Sambal botol
Saus BBQ (kemarin adanyadi kulkas saus tonkatsu)
Cara membuat:
1. Daging ayam yang sudah dicuci dan dibersihkan amisnya (dengan jeruk nipis atau garam atau terserah anda) dibelah 2 dan masing-masing bagian dibelah tipis menjadi lembaran yang lebar.
2. Pukul-pukul dengan pemukul daging tapi hati-hati jangan sampai hancur ya.
3. Bumbui daging ayam dengan garam, lada, bawang putih bubuk dan italian seasoning. Biarkan minimal 15 menit.
4. Taruh daging asap di lembaran daging tadi, letakkan keju di tengah kemudian gulung daging.
5. Masukkan gulungan daging ayam ke tepung terigu, kemudian lapisi dengan telur kocok dan terakhir lapisi dengan tepung roti.
6. Oles pinggan kaca dengan minyak zaitun. Tata daging dan masukkan di preheated oven dengan api sedang. Panggang 20 menit atau tergantung oven Anda. Tata wortel dan brokoli di pinggan dan panggang lagi 20 menit.
.Hasilnya......Alhamdulillah enyak. Tentu saja sedikit berbeda dengan versi gorengnya. Agak "kering" sedikit (akas, bahasa Jawanya). Lain kali saya akan mencoba metode klasik yang di"coklatkan dulu dengan digoreng sedikit bersama minyak zaitun, baru kemudian dipanggang.
Pertama kenal CCB saat makan di salah satu tempat makan bernuansa hitam ungu bersama teman kantor lama dan suami. But it happened when I was young. Yaaaa......sampai kami pengantin baru malas masak serta masih sabar menanti pesanan datang. Begitu sekarang acara makan di luar menjadi penuh tantangan dengan adanya 2 balita yang selalu heboh itu, saya lebih sering membuat CCB sendiri di rumah. Bahannya mudah, bisa berusaha halal dan tentu lebih ekonomis.
Biasanya CCB saya matangkan dengan cara deep fried. Terkadang gulungan ayam saya kukus sebentar supaya benar-benar matang dan higienis. Nah, kali ini saya coba versi full baked dengan niat mengurangi gorengan.
Bahan :
1 dada ayam tanpa tulang
2 lembar daging asap (pake merk Bernardi, adanya itu)
2 potong keju (kemarin saya pake mozarella dan cheddar)
1 butir telur
1 cup breadcrumb (saya pake kiloan beli si Titan)
1/2 cup tepung terigu
Bumbu:
Garam
Lada bubuk
Bawang putih bubuk
Italian seasoning
Pelengkap:
Wortel dan brokoli
Saus:
Mayonaise
Sambal botol
Saus BBQ (kemarin adanyadi kulkas saus tonkatsu)
Cara membuat:
1. Daging ayam yang sudah dicuci dan dibersihkan amisnya (dengan jeruk nipis atau garam atau terserah anda) dibelah 2 dan masing-masing bagian dibelah tipis menjadi lembaran yang lebar.
2. Pukul-pukul dengan pemukul daging tapi hati-hati jangan sampai hancur ya.
3. Bumbui daging ayam dengan garam, lada, bawang putih bubuk dan italian seasoning. Biarkan minimal 15 menit.
4. Taruh daging asap di lembaran daging tadi, letakkan keju di tengah kemudian gulung daging.
5. Masukkan gulungan daging ayam ke tepung terigu, kemudian lapisi dengan telur kocok dan terakhir lapisi dengan tepung roti.
6. Oles pinggan kaca dengan minyak zaitun. Tata daging dan masukkan di preheated oven dengan api sedang. Panggang 20 menit atau tergantung oven Anda. Tata wortel dan brokoli di pinggan dan panggang lagi 20 menit.
.Hasilnya......Alhamdulillah enyak. Tentu saja sedikit berbeda dengan versi gorengnya. Agak "kering" sedikit (akas, bahasa Jawanya). Lain kali saya akan mencoba metode klasik yang di"coklatkan dulu dengan digoreng sedikit bersama minyak zaitun, baru kemudian dipanggang.
Jumat, 03 Januari 2014
Obsesi Ayah : Tahu Campur
Alhamdulillaah tahun Masehi telah berganti, semoga semuanya selalu sehat, bahagia dan berkah.
Ceritanya sejak setahun yang lalu, 2013, si Ayah nyeletuk pengen makan tahu campur. Kami mulai menikmati enyak nya si tahu campur ini sejak masih tinggal di Cikarang. Ada warung tenda makanan jawa timuran yang tahu campurnya maknyos. Bau kaldunya menggoda selera. Pas makan petisnya juga khas banget. Ditambah lagi ada beberapa temen kantor yang asli Jawa Timur sering membuat kami memutuskan makan tahu campur.
Nah, masalahnya, sekitar tempat tinggalkami sekarang kok ya lagi nggak ada tukang jualan tahu campur. Tadinya ada di pasar Minggu pagi jalan baru tapi sudah beberapa bulan ini pasarnya tutup karena mengganggu lalu lintas. Terus ada satu lagi di daerah Arundina, sudah dibela-belain malam hari 2 kali kesana tapi udah gak adaaaaaaa...... Ayah coba makan di food court di Margo tapi rasanya ancuuuur. Akhirnya tahun baru kemaren aku tetapkan hati belanja ke pasar dan mencoba membuatnya.
Resep yang kupakai adalah kolaborasi dari web sedap sekejab, buku Sedap makanan Sumatra Jawa dan blog Diah Didi.
Hasilnya.......alhamdulillaah mangkok pertama masih pas-pasan. Kata suami :yang jelas lebih enak dari makan di mall. Nah, ternyata begitu makan mangkok kedua sorenya, kok lebih enak ya. Entah kenapa? apa karena kuahnya sudah dipanaskan sehingga bumbu lebih meresap? Wis ora opo-opo besok kapan-kapan nyoba lagi.
Ceritanya sejak setahun yang lalu, 2013, si Ayah nyeletuk pengen makan tahu campur. Kami mulai menikmati enyak nya si tahu campur ini sejak masih tinggal di Cikarang. Ada warung tenda makanan jawa timuran yang tahu campurnya maknyos. Bau kaldunya menggoda selera. Pas makan petisnya juga khas banget. Ditambah lagi ada beberapa temen kantor yang asli Jawa Timur sering membuat kami memutuskan makan tahu campur.
Nah, masalahnya, sekitar tempat tinggalkami sekarang kok ya lagi nggak ada tukang jualan tahu campur. Tadinya ada di pasar Minggu pagi jalan baru tapi sudah beberapa bulan ini pasarnya tutup karena mengganggu lalu lintas. Terus ada satu lagi di daerah Arundina, sudah dibela-belain malam hari 2 kali kesana tapi udah gak adaaaaaaa...... Ayah coba makan di food court di Margo tapi rasanya ancuuuur. Akhirnya tahun baru kemaren aku tetapkan hati belanja ke pasar dan mencoba membuatnya.
Resep yang kupakai adalah kolaborasi dari web sedap sekejab, buku Sedap makanan Sumatra Jawa dan blog Diah Didi.
Hasilnya.......alhamdulillaah mangkok pertama masih pas-pasan. Kata suami :yang jelas lebih enak dari makan di mall. Nah, ternyata begitu makan mangkok kedua sorenya, kok lebih enak ya. Entah kenapa? apa karena kuahnya sudah dipanaskan sehingga bumbu lebih meresap? Wis ora opo-opo besok kapan-kapan nyoba lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)








